kemaren2 gw sedang belajar
‘fix my eyes on Jesus face’
untuk merenungkan dan setuju dengan pernyataan tersebut gak butuh waktu lama buat gw. Mengerti kalo gw harusnya selalu bergantung pada apa yang Dia katakan bukan pada apa disekitar gw. Dengan kata lain adalah melihat dengan mata iman.
Tapi seringkali dalam penerapannya, gw seringkali tanpa sadar sudah kalah ujian. Memang ya musuh itu lihaiii…
Tanpa sadar gw sudah membiarkan diri ini untuk melihat apa yang didepan mata, situasi sulit yang dihadapi, dan harapan yang kecil.
Bukan pada Dia.
Keteledoran itu biasanya adalah hal hal kecil yang dikumpulkan menjadi satu, yang akhirnya bikin mual.
Gw biasanya menyadari ‘keteledoran’ gw ketika hati ini mulai gak enak, dan bawaannya jadi melow-melow gak jelas. Padahal dengan sifat gw yang biasanya mengerti segala sesuatu yang ada didiri gw, gw bisa merasa tiba tiba sedih. (dan itu bukan hal normal buat gw, sorry I don’t tolerate such moody things)
Itu buat gw sudah satu tanda kalo gw menumpuk ketelodoran.
Membiarkan pandangan gw seharian menjauh dari janjiNya.
‘fix my eyes on Jesus face’ tidak lagi gw lakukan ketika:
gw melihat tidak ada perubahan apapun dalam masalah yang gw doakan
gw kesel karena perkataan gw tidak merubah orang orang yang gw doakan
gw mulai malas untuk berharap
gw mikirin hari hari kedepan dengan rasa cemas
gw mengasihani diri sendiri
gw melihat apa yang anak Tuhan lain lakukan
dan masih banyak lagi
yang akhirnya menguras semua rasa damai di hati ini
meninggalkan racun ‘menyek-menyek’.
maka itulah ketika pengharapan dan rasa damai gw hilang, dan gw totally feel awful.
Tapi Dia memang keren. Mendengarkan curhatan dengan penuh kasih, sampai gw puaass, baru setelah itu Dia mengingatkan kalimat itu. Kalimat yang seringkali gw nyanyikan
‘fix my eyes on Jesus face’
dan gw diingatkan dengan janji-janjiNya yang indah, dengan kasihNya, dengan kekuatanNya.
Menyadari kalo orang berubah bukan karena perkataan-perkataan gw, bahwa situasi tidak menjadi seperti gw inginkan dengan kekuatan gw sendiri, bahwa pengaharapan dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan, bahwa rancangan Dia adalah rancangan kebaikan.
akhirnya gw kembali menyetting pandangan gw kembali pada Dia. Sukacita itu kembali mengalir.
Karena…
Apa lagi yang kurang guys… kalo kita sudah punya Dia?
So … let’s fix our eyes on Jesus face in every situation yaw..!!








