zona nyaman

Ada banyak yang ingin gw ceritain, Cuma sangking banyaknya jadi bingung, huehuehue…
*ngomong sendiri* (keknya gw belum mampu menulis sekarang, sekarang nulis garis besar sajalah, biarkan nanti dibagi pertema saja ohe ohe)

catatan satu perubahan
365 hari yang lalu tepat ditanggal 5 desember gw akhir dengan tidak kekurangan apapun lolos dari sarang harimau huehuehue alias ruang sidang. Dan ternyata gw baru ngeh itu setahun yang lalu ya bo!
Dan ternyata saat itu gw masuk ke season yang baru dalam hidup gw.
Kata favorit gw adalah
‘every season has a reason’
simple, bener tapi untuk benar benar mengalami itu tentu tidak semudah ngomongnya.
Untuk masuk ke musim selanjutnya, gw berarti harus meninggalkan daerah nyaman gw, yaitu masa kuliah dengan seluruh isinya.
Fyi, Kuliah memang daerah ternyaman gw. Gw punya teman-teman yang menyenangkan (walupun juga terkadang nyebelin huehue), kampus yang oke, lab yang nyaman, kota yang indah, hmmm… nyaman banget lah intinya.
Tapi gw ‘dipaksa’ keluar dari tempat itu. Bukan ketempat yang bukan ‘lebih baik’ tapi ke padang pasir huehuehue…
Jujur, gw marah marah sama Dia…
Tapi sekarang ketika gw melihat kebelakang, for sure gw tau gw harus diseret keluar dari kenyamanan itu untuk masuk kepadang belantara, untuk hidup nemenin kaktus… dan onta
Yup zona nyaman seringkali bukan membuat kita lebih baik. Dan kasus itu memiliki contoh hidup yaitu gw.
Dia tahu gw disana gak bertumbuh dan tidak berbuah. Gw malah makin jauh dari Dia bahkan meremehkan Dia. Jadi sebelum gw dipotong, dibuang dan akhirnya dibakar karena gak berguna, Tuhan bertindak mematahkan kaki dombanya yang bandel ini.
Dengan setumpuk karakter yang gak beres dan dosa, gw ‘terpaksa’ membeli paket hemat untuk mendapatkan buah buah karakter yang baru.

Ternyata di zona nyaman gw itu, membuat gw yang emang punya karakter gak bagus bagus amat bukannya berubah malah gitu gitu aja atau bahkan makin gak jelas ya?. yah pokoknya karakter gw bener bener, sekali lagi, bener bener gak bener. Huehuehue…
Yah mungkin orang yang melihat diluar biasa saja bahkan gw pun biasa saja. Tapi tidak buat Dia…
Misalnya, gw ini memiliki kacamata kesombongan, yang mungkin tipis tapi gw punya.
Yup gw sombong!
padahal Dia gak suka banget ngeliat orang sombong bukan?
Dan akhirnya Dia mendidik dengan keras sampai akhirnya gw tau gw ini nothing!!!!
Sekali lagi nothing!!!
Gak ada hak sama sekali untuk berbangga diri, secuil pun tidak. Karena apakah yang gw punya yang bukan hasil pemberian coba?

Gw belajar kasih (bukan kasihan tapi mengasihi), dengan sifat gw yang tukang kritik ini gw belajar tentang kasih yah walaupun masih tertatih tatih sih. Betapa gw belajar untuk tidak meremehkan orang, melihat dari sudut pandang Dia, yang mengasihi setiap manusia, siapapun mereka, preman kah? Anak jalanan kucel kah? Orang gila kah?. Menyadari gw gak pernah lebih berharga dari mereka.
Tapi yang lebih lagi, gw kembali jatuh cinta dengan Dia, bahkan lebih lagi. gw lebih mengenal Dia. Gw belajar mendengar suaraNya, belajar mengerti kehendakNya. Bahkan gw mendapat pengalaman-pengalaman luar biasa yang belum pernah gw alami selama ini. Ah amazing banget. (panjang ceritanya huehuehue).

Masa masa kesukaran dan penderitaan, jelas memang banjir airmata. Tapi ketika sakit menusuk kehati, gw belajar bukan sebagai korban, tapi sebagai pemenang. Disetiap sedih itu, gw gak bisa lewati tanpa Dia, tidak sepersekian detik sekalipun.
Ya disaat airmata mengalir, terkadang menjadi moment dimana kita bisa dengan jelas merasakan kasihNya yang luar biasa. Ya memang konradiktif, tapi itulah, gw sekali lagi dipaksa untuk dewasa, untuk ketika sakit itu terasa gw merubah kata-kata
‘why God???’ dengan
“I trust in You”

tapi bukan berarti gw sekarang sudah sempuran berubah, gak!. Masih merangkak supaya karakter jelek ini terkikis semua. Masih cupu! Huehuehue…

so… soon I’m gonna enter the new season. Ntah apa yang didepan sana. Makin gila yang pasti soalnya kan naik level huehuehue…
tapi gw tau Dia gak pernha tinggalkan gw. Seperti yang Dia katakan waktu itu
‘Juli, masa depanmu ada genggamanKu’
huehuehue… sudah ditempat yang benar berarti.
Baiklah Boss!!

I’m ready to run the race again!

Note: Terimakasih Ayah karena menemaniku minum kopi instant sambil bercerita, yang terkadang pula dengan sangat sabar mendengar juga mengibur, merubah malam panjang dan sepi menjadi malam yang.. begitu hangat dan nyaman. Terimakasih juga gak ngirim gledek waktu aku marah marah huehuehue… love You!

Leave a Comment