Nambah satu orang lagi yang ingin gw temui ketika disurga, yaitu anak perempuan Yefta. Kenapa?
Begini begini
Kemaren lagi baca alkitab, tak sengaja membaca kitab hakim-hakim, dan membaca perikop dengan judul nazar Yefta (Hak 11:29-40).
Hayo buka,
Nah kalo bandel gak mau buka alkitab juga,
Tenang anda akan tetap terpaksa membacanya!! Hahahha
Gw ceritain ajalah ya
Ceritanya si Bapak Yefta ini lagi berperang melawan bani Amon, trus dia bernazar ama Tuhan, die bilang…
Judges 11:30-31 “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, 31 maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran.”
Akhirnya si bapak Yefta itu menang,
Judges 11:33 Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroer sampai dekat Minit dua puluh kota banyaknya dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.
Nah bagian ini mirip sinetron sebenernya, pas pulang yang keluar pertama menyambut si Bapak Yefta ini adalah putrinya yang tersayang
Judges 11:34 tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan.
Eng ing eng… sedih de
Judges 11:35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: “Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur.”
Hiks hiks sedih!!, tapi anak perempuannya ini berjiwa pemberani bo!, die bilang gini
Judges 11:36-37 Tetapi jawabnya kepadanya: “Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu.” 37 Lagi katanya kepada ayahnya: “Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku.”
Dan si putri ini dua bulan pegi…
Judges 11:38-39 Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan. 39 Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki.
Dan pas baca itu gw Cuma bisa bereaksi
‘huaaa huaaa huaaa tegaaa!!!’
gw kembali teringat pertanyaan yang disampaikan ibu leslie ludy dalam bukunya yaitu siap dan maukah kita klo pada akhirnya pria itu tidak pernah datang. masihkah kita percaya dan mengasihi Dia?
bacanya jangan asal baca aja, coba diresapi pertanyaan macam itu, bukan perkara mudah untuk menyerah semua mimpi (atau ngimpi?ihihihi) dan harapan yang selama ini dipegang erat. Menyerahkan impian ‘happily ever after’ itu!!
Nah pas baca itu dan teringat pertanyaan itu gw mikir,
‘aih jangan jangan, jangan jangan ni…, Tuhan pengen gw gak kenal lelaki??, Tidaaak!!!’
Bukan… Bukan berarti Tuhan dengan bibir tersungging dan tersenyum sinis, serta alis naik naik (efek nonton sinetron lagi), merancangkan kita jadi perawan tua yang menjahit ditemani kucing. Bukan bukan…
Karena gw pernah berpikir begitu, dengan sudah berlutut lagak kayak udah siap menderita jiwa raga, menyerahkan hidup buat Dia, Tapi ketika itu Tuhan malah mengingatkan gw
Jeremiah 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Ihihihi jadi malu, belagak siap menderita…
Dia hanya ingin kita tidak terlalu terkonsumsi oleh hal macam cinte-cinte mulu..
(Kecuali emang ada pangilan khusus ya… beda kisah ni)
Misalnya si anak perempuan Yefta itu, dia harus menjadikan ‘tidak pernah kenal laki-laki’ itu sebagai korban bakarannya.
Dan korban bakaran itu luar biasa loh, karena Si bapak Yefta berhasil mengalahkan dua puluh kota! Dua puluh kota cing!
ke-single-an bisa menjadi korban bakaran, yang bisa dipakai untuk menjaring banyak jiwa!! Seperti contoh kasus ibu Amy Charmichael misalnya…
tapi tiap orang beda korban bakarannya…
(kalo si bapak Yefta korban bakarannya adalah anaknya, atau keturunannya, soalnya si anak perempuan itu kan anak tunggal bo, jadi si bapak Yefta gak bisa nimang cucu deh…)
kalo pun panggilan ada untuk tidak menikah, pasti Tuhan perlengkapi kan pastinya…
yah itulah yang gw dapet, gimana? Gimana?
Ada yang lain?
jadi inti dari gw ngomong panjang lebar ini apa?
Intinya
Jangan sembarangan bernazar! Ihihihihihih, becanda…
-JL-









