tukang kritik

Ntahlah bagaimana menyampaikan ini dengan sistematis, baik dan juga benar. Karena sudah tercampur dengan rasa ‘euh!!’

Sebenernya si bukan hal baru, Cuma kemaren karena baca lagi jadinya sebel lagi. Gara gar abaca tread di forum orang orang Kristen, gw malah jadi bt, bukannya jadi sukacita, damai sejahtera, bahagia dan aman sentosa, gw malah jadi bt, sedih, kesel dan ‘euh!!’.

Gw heran kenapa orang Kristen kerjaannya suka ngiritik. HERAN!

Bahkan bukan lagi mengkritik tapi menghakimi hamba-hamba Tuhan

Sesatlah, kurang urapanlah, cari duitlah, gendutlah, dan lah lah yang lain.

Bolehlah memberikan pendapat tapi ya mbok… jangan gitu…

Pertama, kita toh tidak tahu kebenarannya 100 %, gw juga pernah ko merasa kurang sreg terhadap pendeta, tapi I shut my mouth!, karena gw gak tau… bener apa salah. Daripada gw bikin sakit hati Tuhan, lebih baik simpen dalam hati

Kedua, kalo toh ternyata benar, bukan berarti juga kita berhak memperbincangkannya, kan Dia hambaNya, jadi biarlah Dia yang menghakimi, bukan kita, lagipula kita kan tidak berkesempatan menegurnya secara pribadi kan? So stop gossipinglah…

Ketiga, kalo pun akhirnya ingin menegur juga walaupun tidak langsung pada orangnya, atau ingin membuat pembahasan, maka tegurlah dengan kasih. Bila kasih itu belum ada, jangan negur, itu ngomelin namanya bukan negur hehehehe… Toh dia-dia juga manusia kan?

Ini bukan berarti gw oke-oke saja dengan orang yang kesannya menjadi ‘batu sandungan’, bukan…

Tapi biarlah kita ini terhadap diri sendiri mewaspadai agar kita jangan jadi batu sandungan dan bila kita terhadap orang lain (siapapun itu) berlaku kasih.

Gw aja tobat de soal ngritik-ngritik macam itu, jangankan sama hamba Tuhan, sama artis atau orang lewat aja, gw udah tobat ngertik-ngertik macam paling bener sendiri, tobat gw!. Walaupun apa yang kita katakan benar tapi kalo sikap kita salah. Tuhan ternyata oh ternyata tetep gak suka lho…

Waktu pencipta lagu healer (lupa euy namanya…) itu ngaku kalo ternyata die tidaklah sakit kanker seperti yang selama ini dia katakan, gw belajar bereaksi untuk tidak langsung menuding

‘shame on you!!!’

walaupun sempet menjadi merasa ‘weird’ ketika denger lagu healer

gw belajar untuk bertanya baik baik sama Tihan

‘ko gitu ya Tuhan?, kenapa bisa gitu?’

Tapi inilah kesan yang gw dapet,

dia mungkin tidak kanker secara fisik, dia kanker secara rohani. Apakah lagunya menjadi ‘gak bener’?. Nope! Lagu itu tetap benar bahkan kuasa pujian itu nyata, si bapak itu sedang dalam pemulihannya, bukankah pengakuan awal pemulihan? ya Jesus is (still) The Healer.

Tuhan mengajar gw untuk tidak menuding si bapak itu tapi mendoakannya dengan kasih.

Tapi oh tapi kenapa ya kenapa…

Banyak orang gak menyadarinya, agak kecewa cenderung ke sedih gw ketika baca tread di forum itu…

Ketika banyak orang hanya melihat sisi negative dari seseorang

Tapi ya suw

Apalah dayaku…heheheh

Leave a Comment